WFH Efektif Menghemat BBM: Opini Ahli dari Malang

April 11, 2026 by No Comments

Mercubuanayogya.ac.id – Dua pakar dari Malang mengemukakan pandangan mereka terkait kemungkinan penghematan BBM melalui penerapan WFH.

Wacana kembali diterapkannya kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor swasta memicu diskusi hangat mengenai dampaknya terhadap penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan ini dianggap mampu memberikan solusi pada saat harga BBM terus mengalami fluktuasi dan menimbulkan beban ekonomi pada masyarakat dan pemerintah. Namun, sejauh mana efektivitas WFH dalam menghemat penggunaan BBM masih menjadi tanda tanya besar.

Pemikiran Pakar Menyoal Efisiensi WFH

Dua pakar dari Malang mengemukakan pandangan mereka terkait kemungkinan penghematan BBM melalui penerapan WFH. Pakar transportasi dari Universitas Brawijaya, Dr. Andi Suryono, menyatakan bahwa dengan mengurangi perjalanan harian ke tempat kerja, tentu dapat menurunkan konsumsi BBM secara signifikan. Ia menambahkan bahwa pengurangan kendaraan di jalan raya juga bisa mengurangi kemacetan yang sering menyebabkan pemborosan bahan bakar.

Potensi Pengurangan Polusi Udara

Selain berdampak pada penghematan BBM, WFH juga disebut memiliki potensi untuk mengurangi polusi udara. Dr. Maria Lestari, pakar lingkungan dari Universitas Negeri Malang, menjelaskan bahwa berkurangnya aktivitas kendaraan bermotor secara langsung akan menurunkan emisi gas rumah kaca dan partikel polutan lainnya. Hal ini dinilai tidak hanya menguntungkan dari segi konsumsi energi, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan masyarakat di kota-kota besar.

Keterbatasan Dan Tantangan Implementasi WFH

Namun, tidak dipungkiri bahwa kebijakan WFH juga memiliki tantangan tersendiri. Misalnya, sektor pelayanan publik dan pabrik yang mengandalkan kehadiran fisik tetap memerlukan pengaturan yang tegas. Selain itu, tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan dari rumah, terutama di industri yang menuntut interaksi dan koordinasi langsung. Ini menuntut penyesuaian kebijakan yang fleksibel dan komprehensif agar benar-benar efektif.

Pengaruh Budaya Kerja dan Infrastruktur Teknologi

Aspek lain yang perlu diperhatikan ialah kesiapan infrastruktur teknologi dan adaptasi budaya kerja. Di Indonesia, masih banyak wilayah yang konektivitas internetnya terbatas. Hal ini dapat mempengaruhi produktivitas kerja jika tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai. Selain itu, budaya kerja di Indonesia yang lebih suka bertemu langsung dapat menjadi penghalang dalam pelaksanaan WFH secara optimal.

Perspektif Lain: Kombinasi Kebijakan

Menurut pandangan saya, kombinasi penerapan WFH secara selektif dan peningkatan fasilitas transportasi umum bisa menjadi solusi yang lebih efektif. Dengan mengoptimalkan transportasi publik agar lebih ramah lingkungan, disertai WFH bagi sektor-sektor tertentu, masyarakat tetap bisa berperan aktif dalam upaya penurunan konsumsi BBM tanpa mengorbankan produktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Kesimpulannya, kebijakan WFH memang memiliki potensi besar dalam menghemat BBM dan mengatasi beberapa isu terkait lingkungan dan lalu lintas. Namun, penerapannya harus diimbangi dengan pertimbangan aspek sosial, ekonomi, dan teknologi. Pendekatan yang terintegrasi dengan kebijakan transportasi dan infrastruktur dapat memberikan solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia.