USIM luncurkan Kursus Quran Isyarat perluas akses OKU

July 25, 2026 by No Comments

Nilai — Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) mencatat langkah bersejarah dengan memperkenalkan kursus Quran Isyarat. Inisiatif ini, yang dikenal sebagai Kursus Kompetensi Pengajaran Quran Isyarat Tahap 1, bertujuan memperluas akses pendidikan al-Quran bagi komuniti orang kurang upaya (OKU) pendengaran.

Ilustrasi kursus quran isyarat untuk artikel USIM luncurkan Kursus Quran Isyarat perluas akses OKU

Kursus tersebut diadakan melalui Pusat Penyelidikan Ibnu Ummi Maktum (UMMI) di USIM, menandai peranan institusi pendidikan tinggi dalam menghadirkan pendekatan inklusif untuk pengajaran agama kepada kelompok yang selama ini menghadapi hambatan komunikasi.

Langkah historis dan maknanya

Pengenalan kursus Quran Isyarat oleh USIM dipandang sebagai tonggak penting karena menempatkan pendidikan al-Quran dalam kerangka pengajaran yang mempertimbangkan kebutuhan OKU pendengaran. Langkah ini juga menunjukkan perhatian institusi akademik terhadap aksesibilitas dalam konteks pendidikan agama.

Dengan menyediakan kursus kompetensi khusus, upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi tenaga pengajar, institusi, dan komunitas untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam menyampaikan bacaan, tafsir, dan nilai-nilai al-Quran kepada peserta didik yang menggunakan Bahasa Isyarat sebagai medium utama komunikasi.

Peranan Pusat Penyelidikan Ibnu Ummi Maktum (UMMI)

Pusat Penyelidikan Ibnu Ummi Maktum (UMMI) menjadi pelaksana program Kursus Kompetensi Pengajaran Quran Isyarat Tahap 1. Keberadaan pusat riset ini sebagai penyelenggara menunjukkan adanya perhatian terarah terhadap kajian serta praktik pengajaran al-Quran dalam konteks keperluan OKU pendengaran.

Sikap inisiatif dari sebuah pusat penelitian di universitas dapat mendorong kajian lebih lanjut dan pengembangan metode pengajaran yang sensitif terhadap variasi kemampuan komunikasi di masyarakat, sekaligus membuka ruang kolaborasi akademisi, praktisi, dan komunitas terkait.

Implikasi terhadap akses pendidikan dan inklusivitas

Pengenalan kursus ini berimplikasi pada perluasan akses pendidikan agama yang lebih inklusif. Dengan tersedianya kompetensi pengajaran khusus, potensi peningkatan kualifikasi pendidik serta pengembangan modul atau bahan ajar yang sesuai bagi pengguna Bahasa Isyarat menjadi lebih jelas sebagai arah yang memungkinkan.

Secara lebih luas, langkah tersebut juga menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada konten, tetapi juga pada medium penyampaian yang ramah bagi kelompok marginal. Hal ini relevan bagi upaya memperkecil jurang akses terhadap pendidikan agama di kalangan OKU pendengaran.

Meskipun langkah ini mencatat sejarah dalam konteks universitas, implementasi yang berkelanjutan dan pengukuran dampak pada komunitas akan menjadi aspek yang menentukan sejauh mana tujuan memperluas akses pendidikan al-Quran bagi OKU pendengaran benar-benar tercapai.

USIM melalui UMMI telah memulai sebuah inisiatif yang membuka ruang diskusi dan praktik baru mengenai pengajaran al-Quran. Ke depan, peluang kolaborasi pengajar, peneliti, dan komunitas pengguna Bahasa Isyarat dapat menjadi kunci pengembangan lebih lanjut agar pendidikan agama dapat dinikmati secara lebih merata.