Prabowo Targetkan 1 Juta Panel Interaktif Sekolah, Lompatan Digital
Mulai dari sini, kita akan membahas kabar gembira dari dunia pendidikan kita. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menegaskan komitmennya yang kuat untuk memajukan pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran. Targetnya? Tidak main-main, lho! Beliau menargetkan distribusi 1 juta panel interaktif sekolah atau yang sering kita sebut smart board, ke seluruh sekolah di Indonesia pada tahun 2026. Ini bukan sekadar janji, tapi sebuah langkah nyata untuk menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.
Gerak Cepat Program Digitalisasi Pendidikan
Sudah Sejauh Mana Pencapaiannya?
Siapa sangka, program ini bergerak jauh lebih cepat dari perkiraan! Awalnya, pemasangan smart board ini diperkirakan memakan waktu lebih dari setahun. Tapi berkat kerja keras Kemendikbud, hanya dalam enam bulan sejak dicanangkan Mei 2025, sudah terpasang 173.000 unit! Luar biasa, kan?
“Alhamdulillah akhir Desember [2025] Menteri Dikdasmen, Insya Allah 288.000 sekian ratus akan terwujud,” ujar Prabowo dengan penuh semangat dalam acara Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi. Nah, untuk tahun depan (2026), targetnya lebih besar lagi: menambah tiga panel di tiga kelas untuk setiap sekolah. Jadi, total 1 juta panel interaktif sekolah akan terpasang! Bayangkan dampaknya bagi proses belajar-mengajar anak-anak kita.
Mengapa Pendidikan dan Teknologi Begitu Penting?
Kunci Kemajuan Bangsa Ada di Tangan Generasi Muda
Presiden Prabowo selalu menekankan satu hal: pendidikan adalah kunci utama untuk kebangkitan bangsa. Beliau mengajak kita semua untuk berani mengakui jika ada kekurangan dalam sistem pendidikan kita saat ini. Tapi, bukan hanya itu, kita juga harus berani melakukan lompatan besar, terutama dengan memanfaatkan teknologi modern. Ini adalah bagian dari visi pendidikan yang lebih maju.
“Pendidikan dan teknologi, science, ilmu pengetahuan, adalah kunci keberhasilan, kunci kemakmuran,” tegasnya. Menurut beliau, tidak akan ada kemakmuran sejati jika sebuah bangsa tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pernyataan ini tentu saja memicu kita untuk berpikir, bagaimana kita bisa memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses ke pendidikan terbaik?
Komitmen Prabowo untuk Masa Depan Bangsa
Jiwa Raga untuk Indonesia Cerdas
Di akhir pidatonya, Prabowo kembali menegaskan sumpah hidupnya untuk bangsa. Beliau bertekad penuh untuk memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan kesempatan terbaik. Kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan tentu saja, berprestasi. Ini adalah transformasi digital yang akan mengubah wajah pendidikan kita.
“Saya dari waktu usia muda, saya telah bersumpah jiwa raga saya untuk bangsa Indonesia. Dan saya tidak rela di abad 21 ini, masih ada rakyat hidupnya sangat sulit. Anak-anak sekolah tidak makan,” ungkapnya penuh haru. Oleh karena itu, beliau mengajak semua unsur masyarakat untuk bersatu demi membawa negara kita menuju negara yang sejahtera. Sebuah ajakan yang patut kita renungkan bersama.