SBY Terima Penghargaan ITS: Apresiasi Tinggi di Dies Natalis 65
Kabar gembira datang dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)! Dalam perayaan Dies Natalis ke-65, kampus kebanggaan ini memberikan penghargaan tertinggi kepada Presiden RI ke-6, Jenderal TNI (Purn) Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono MA GCB AC, atau yang akrab kita sapa SBY. Ya, SBY terima penghargaan ITS sebagai wujud apresiasi atas kontribusi beliau yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.
SBY Terima Penghargaan ITS: Wujud Apresiasi untuk Tokoh Bangsa
Momen spesial ini menjadi puncak acara Dies Natalis ITS yang ke-65. Rektor ITS, Prof Ir Dr (HC) Bambang Pramujati, menyerahkan langsung penghargaan bergengsi “Sepuluh Nopember” kepada Bapak SBY. Sebuah kehormatan besar, bukan?
Penghargaan Sepuluh Nopember: Apresiasi untuk Kontribusi Luar Biasa
Penghargaan Sepuluh Nopember ini bukan sembarang penghargaan, lho. Sebelumnya, beberapa tokoh nasional juga pernah menerimanya sebagai tanda kehormatan atas karya dan dampaknya yang luar biasa bagi negara.
Siapa saja mereka? Beberapa nama besar yang pernah menerima penghargaan serupa antara lain:
- Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto
- Presiden ke-4 RI, Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
- Mantan Wakil Presiden RI, H Jusuf Kalla
Tentunya, masuknya nama SBY dalam daftar ini semakin menegaskan pengakuan atas dedikasi dan pemikiran beliau untuk kemajuan Indonesia.
Orasi Ilmiah SBY: Visi Ekonomi Adil dan Berkelanjutan untuk Indonesia Maju
Selain menerima penghargaan, Bapak SBY juga berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah yang sangat menarik. Orasi beliau berjudul “Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera: Perspektif Pembangunan Ekonomi yang Adil dan Berkelanjutan.” Wah, sebuah topik yang relevan banget ya di tengah tantangan global saat ini!
Dalam orasinya, SBY berbagi tiga pokok pikiran utama yang bisa jadi pegangan kita semua untuk mewujudkan ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan bahkan membawa Indonesia berkontribusi di kancah global. Apa saja ya kira-kira?
Tiga Pilar Utama Pemikiran SBY: Dari Kebutuhan Hingga Kolaborasi
Berhenti Serakah, Fokus pada Kebutuhan
Pokok pikiran pertama SBY mengajak kita merenung: “Apa yang benar-benar kita butuhkan?” Beliau berpesan agar kita menghentikan keserakahan dan fokus pada pemakaian sesuai kebutuhan, termasuk dalam menyusun sistem ekonomi. Bukankah ini nasihat yang bijak?
Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Kedua, SBY menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal 6% atau lebih. Tapi bukan cuma tumbuh pesat, lho! Pertumbuhan ini harus diiringi dengan prinsip keadilan bagi manusia dan lingkungan. Dengan begitu, Indonesia bisa ikut menjawab tantangan global seperti perubahan iklim. Setuju kan?
Pentingnya Kolaborasi Seluruh Elemen Bangsa
Terakhir, untuk membangun bangsa ini, SBY bilang kita butuh kebersamaan dan kolaborasi. Pemerintah, pihak swasta, akademisi, ilmuwan, dan masyarakat sipil harus “mendayung perahu yang sama.” Jika semua bersatu, pembangunan ekonomi Indonesia pasti akan lebih efektif, kuat, dan sukses. Mari kita dukung semangat kolaborasi ini!
Bagaimana Visi SBY Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)?
Menariknya, pokok pikiran yang disampaikan SBY ini sangat selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, lho. Secara khusus, pemikiran beliau mendukung:
- Poin ke-10: Berkurangnya Kesenjangan
- Poin ke-12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
- Poin ke-17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Ini menunjukkan betapa visi beliau relevan dan berjangka panjang, tidak hanya untuk Indonesia tapi juga untuk dunia.
Komitmen ITS untuk Inovasi dan Keamanan Kampus di Dies Natalis ke-65
Selain penghargaan untuk SBY, Dies Natalis ITS kali ini juga menjadi ajang Rektor menyampaikan Laporan Tahunan 2025. Dalam laporannya, Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, menegaskan komitmen Kampus Pahlawan dalam mewujudkan integrasi data dan meningkatkan keamanan kampus.
Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik dan digital kampus yang kokoh. Sebagai perguruan tinggi teknologi, ITS memang selalu terdepan dalam memadukan ilmu dan teknologi demi lingkungan akademik yang lebih aman, nyaman, dan efisien. Ini penting banget untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.
ITS Satu Data dan ITS Smart & Secure: Transformasi Digital Kampus
Rektor ITS menjelaskan bahwa komitmen ini tergabung dalam program ITS Satu Data serta ITS Smart & Secure. Program-program ini bertujuan untuk mengintegrasikan data terpadu di seluruh aplikasi dan layanan kampus.
Di tahun pertama, ITS Satu Data sudah berhasil menghadirkan platform satudata.its.ac.id, otomatisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal 2.0, serta penelusuran data kepegawaian dan keuangan. Canggih, kan?
Memudahkan Akses dan Layanan Melalui Teknologi
Tidak hanya itu, ITS juga terus berinovasi untuk mempermudah akses mahasiswa dan staf. Mereka memperluas jangkauan dan mempermudah akses aplikasi myITS Portal dan Office melalui ponsel pintar. Bahkan, kini layanan pengaduan pun bisa lewat platform Zoom, lho! Ini bukti nyata bagaimana ITS memanfaatkan teknologi untuk mendukung seluruh civitas akademika.
Dengan pemberian penghargaan kepada SBY dan komitmen ITS terhadap inovasi, Dies Natalis ke-65 ini menjadi momentum penting yang menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemimpin bangsa dan institusi pendidikan tinggi bisa membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi Indonesia.