Tenaga kerja ai: Malaysia Percepat Persiapan Tenaga Kerja…
Tenaga kerja ai menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. KUALA LUMPUR, 1 Juli 2026 — Pemerintah Malaysia diminta mempercepat langkah mempersiapkan tenaga kerjanya menghadapi era kecerdasan buatan (AI). Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan perlunya pembaruan keterampilan dan kepakaran agar pekerja dapat bersaing dan memanfaatkan peluang baru yang muncul dari kemajuan teknologi.

Anwar menyampaikan hal itu saat meresmikan Pusat Pembangunan Global Ant International. Ia menyoroti bahwa transformasi teknologi mengubah berbagai sektor sekaligus menuntut sistem pendidikan dan pelatihan nasional menyesuaikan diri untuk menjawab kebutuhan ekonomi digital yang semakin kompleks.
Perubahan lanskap bisnis dan ekonomi digital
Perdana Menteri mengingatkan bahwa dampak AI bukan hanya soal otomatisasi pekerjaan, melainkan pengubahan cara operasional bisnis, perdagangan lintas batas, hingga mekanisme penilaian risiko. “AI bukan sahaja akan membentuk cara perniagaan beroperasi, malah turut mengubah cara perdagangan dijalankan, penilaian kredit dibuat, risiko diuruskan serta pasaran dihubungkan merentas sempadan,” ujarnya.
Dalam konteks itu, pemerintah menempatkan kepercayaan digital sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Kepercayaan ini menurut Anwar menjadi prioritas yang tercantum dalam Rancangan Malaysia Ke-13 (RMK13) serta fase akhir Pelan Tindakan Ekonomi Digital Malaysia, untuk memastikan ekosistem digital berkembang secara inklusif dan aman.
Rangka regulasi dan perlindungan data
Anwar juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyelesaikan Rang Undang-Undang Tadbir Urus Kecerdasan Buatan. Rancangan perundangan itu dimaksudkan menciptakan kerangka regulasi untuk masa depan interaksi manusia-mesin dan melengkapi aturan yang sudah ada, termasuk Akta Keselamatan Siber serta peraturan perlindungan data.
Pembentukan regulasi ini diharapkan memberi kepastian hukum bagi pelaku usaha dan pengguna, sekaligus menguatkan kepercayaan digital yang menjadi prasyarat pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Fokus pada pengembangan bakat muda
Menjawab kebutuhan pasar kerja yang berubah cepat, Anwar menekankan pentingnya memperkuat pengembangan bakat, pengenalan bidang studi baru, serta peningkatan pelatihan. “Kedua-dua Majlis Digital Negara dan Majlis Pendidikan Negara baru-baru ini memberi tumpuan kepada usaha melengkapkan rakyat Malaysia dengan kemahiran yang diperlukan untuk masa depan. “Kita mesti memastikan anak-anak dan golongan muda menerima latihan terbaik serta bersedia meneroka bidang dan peluang baharu yang sedang muncul di peringkat global,” kata Anwar.
Pemerintah mendorong sinergi kebijakan pendidikan dan kebutuhan industri agar lulusan lebih siap menghadapi permintaan kompetensi baru yang ditimbulkan oleh AI dan ekonomi digital.
Peran investasi swasta dan prinsip inklusif
Anwar menyambut baik keputusan Ant International, yang menurutnya merupakan perusahaan penyedia pembayaran digital, pendigitalan dan teknologi kewangan global terkemuka, untuk membuka Pusat Operasi Global di Kuala Lumpur. Ia berharap kehadiran investasi semacam itu mempercepat penciptaan lapangan kerja berkualitas dan memperluas akses layanan yang terjangkau.
Perdana Menteri menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan inovasi harus menghasilkan manfaat yang merata. “Inovasi mesti kekal berteraskan pada prinsip mudah, bahawa manfaat pertumbuhan dikongsi secara meluas dan tiada komuniti yang ketinggalan. “Ini bukan sekadar mengenai keuntungan korporat, tetapi mengenai kemajuan yang berpusatkan rakyat,” katanya.
Dengan kombinasi kebijakan, regulasi, dan investasi, pemerintah berharap Malaysia bisa menempatkan diri sebagai hub regional untuk teknologi digital dan AI, sambil memastikan pertumbuhan tersebut dirasakan luas oleh masyarakat.